
Indonesia semakin memperkuat posisi sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai fondasi utama dalam transformasi digital nasional. Pemerintah menetapkan target kontribusi ekonomi digital sebesar Rp155,57 triliun pada tahun 2026 dengan penekanan pada pengembangan infrastruktur digital, peningkatan konektivitas, serta perluasan jumlah tenaga kerja terampil di sektor teknologi informasi dan komunikasi.
Tahapan ini adalah bagian dari rencana besar yang lebih menyeluruh untuk mempercepat digitalisasi layanan publik, memperluas akses teknologi ke semua lapisan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan industri yang berbasis data dan teknologi. Sasaran itu juga sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tengah laju percepatan digitalisasi global.
Selain usaha internal, Indonesia juga bekerja sama dengan negara lain untuk memperkuat ekosistem ICT dan teknologi mutakhir. Pada acara AI Impact Summit 2026 di New Delhi, pemerintah Republik Indonesia memulai kolaborasi dengan pelaku teknologi dari India untuk memperkuat rantai pasok semikonduktor dan kapabilitas di bidang kecerdasan buatan (AI). Ini menggambarkan kesungguhan Indonesia untuk memperluas kerjasama teknologi antarnegara serta mendorong peningkatan kapasitas domestik di sektor ICT dan AI.
Namun, di tengah percepatan transformasi digital, tantangan tetap ada, termasuk pemerataan akses terhadap teknologi digital dan penguatan keterampilan tenaga kerja di bidang ICT. Indonesia terus mendorong program pendidikan dan pelatihan teknologi guna memastikan sumber daya manusia siap menghadapi tantangan di era digital serta memaksimalkan potensi ICT sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan

